Kamis, 15 April 2010

Pemanasan global

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.


Sabtu, 10 April 2010


Stop Dreaming and Start Action Now...!

Setiap orang punya mimpi....,,tentu juga anda bukan ??
Namun beranikah anda mewujudkan mimpi anda tersebut menjadi nyata atau anda ingin selamanya hanya menjadi seorang pemimpi yang selalu mengkhayal tanpa usaha apapun ?
Banyak orang pesimis..,,"...ahh...,,tidak mungkin saya bisa mewujudkannya ?"...namun itu adalah kalimat yang akan membuat anda semakin lemah dan begitu lemahnya anda sehingga belum ada tindakan apapun dari anda dan anda sudah menyerah....,,,! Tidakkah anda tahu bahwa Tuhan memberi kesempatan kepada siapa saja untuk mewujudkannya karena Tuhan itu Maha Adil...nmun yang perlu diingat bahwa itu hanya kesempatan! namun untuk mewujudkannya tentu saja tetap harus berusaha dan berdoa.....

Satu kalimat yang harus anda pahami yaitu " Stop Dreaming "....yang mengartikan bahwa anda tidak boleh terus berlarut dalam mimpi...........dan " Start Action " yang mengartikan bahwa anda harus beraksi dari sekarang untuk mewujudkan mimpi anda...tanpa mengulur waktu besok, bulan depan, tahun depan....tetapi lakukan dari sekarang.....karena waktu ingat bahwa waktu sangat penting....

Saya sudah berusaha bahkan mati-matian untuk menciptakan mimpi saya...tp kenapa belum terwujud ??....
itulah saya katakan bahwa setiap usaha yang anda lakukan akan memberikan manfaat baik itu bermanfaat sekarang, nanti, atau dalam waktu kedepan...! kenapa anda gagal ?? saya katakan karena anda masih belajar.....!! tentu dalam belajar pasti akan melewati berbagai kegagalan namun yang terpenting jangan menjadikan gagal menjadi hal yang membuat anda itu adalah nasib!....jadikanlah kegagalan sebagai latihan untuk terus bangkit sehingga anda akan tahu setiap kesalahan yang anda perbuat dan anda dapat terus memperbaikinya hingga anda mendapatkan poin yang besar.....!

Sama seperti mempelajari sesuatu hal....,,sebagian orang yang merasa sulit mempelajarinya akan mundur dan lari dari hal tersebut namun sebagian akan mencari solusi penyelesaian mengapa dia sulit mempelajari hal tersebut dan akan berusaha untuk memahaminya.......maka suatu saat iya akan mengerti dengan apa yang dipelajarinya...

Seperti saat bayi yang baru dilahirkan....,,iya akan berusaha mengenali kehidupannya....saat iya mendengar.....saat iya berusaha membuka mata dan melihat dunia......saat iya mempelajari berbahasa.....saat ini mulai berjalan...,, perlu di ketahui saat bayi belajar berjalan maka ia akan melewati berbagai tahap mulai dari merangkak...berdiri....dan berjalan dan hal tersebut dilakukannya dengan berbagai usaha hingga ia berhasil berjalan bahkan berlari.......tentu saat ia belajar maka ia akan terjatuh atau bahkan tersungkur nmun itu hanyalah sebuah proses pembelajaran.....,,seperti juga dalam kehidupan kita...

Saya sudah berusaha namun tidak punya kesempatan lagi ??
Jika kesempatan masih ada maka harus dimanfaatkan sebaiknya...,,namun jika kesempatan tersebut sudah hilang dan anda telah berusaha...tentu ada kesempatan lain yang tuhan rencanakan terbaik untuk anda........,,

mungkin sementara itu dulu tulisan dari saya...dan akan sya lanjutkan kembali dalam waktu kedepan.........

Always Dreaming.......Stop It afterthat.....n Star Your Action From Now....!!

Jumat, 02 April 2010

Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi sering dikaitkan dengan uang. Kalau belajar ilmu ekonomi pasti terkait dengan definisi ilmu dimana iIlmu harus bisa mengatur dan memiliki uang. Padahal kenyatannya adalah tidak. Ilmu ekonomi tidak hanya dibatasi dalam pengertian tersebut. Ilmu ekonomi dapat membantu manusia dalam menentukan pilihan, karena manusia selalu dikelilingi atau hidup dalam pilihan-pilihan[2]. Kemudian, lebih jauh lagi, ternyata pembahasan mengenai ekonomi dapat terbagi menjadi dua, yakni ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro cendrung membahas permasalahan ilmu ekonomi dalam skala kecil, misalnya membahas mengenai proses alokasi sumber daya secara efisien di tingkat individu, perusahaan, dan industri (kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis). Kemudian ekonomi makro yang membahas permasalah ekonomi dalam lingkup yang lebih besar. Indikator efisiensi Makro, lebih besar dibandingkan mikro. Ada empat ukuran efisiensi yang biasa digunakan dalam buku teks ekonomi makro, yaitu Pendapatan Nasional (GNP) dan Pertumbuhan (Growth), Kesempatan kerja, Stabilitas Harga, dan Stabilitas Kurs. Studi ekonomi sebenarnya – apapun jenisnya, membahas mengenai bagaimana mengalokasikan sumber daya agar yang didapat secara maksimal dengan melibatkan berbagai macam institusi ekonomi yang ada.
Sedangkan definisi ilmu politik juga tidak kalah kompleksnya dengan ilmu tersebut. Joyce Mitchell, dalam bukunya Political Analysis and Public Policy, mengatakan: “ Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya”. Sedangkan Karl W. Deutsch berpendapat : Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. Lain halnya dengan Harold D. Laswell dalam buku Who Gets What, When and How berpendapat bahwa Politik adalah masalah siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana. Namun, hal yang berkembang sekarang adalah politik adalah cara-cara untuk mendapatkan kekuasaan.
Terkait dengan hal itu, ilmu ekonomi sesungguhnya, membahas aspek manusia dengan institusi ekonominya seperti, institusi pasar, aspek konsumsi dan poduksi, investasi, perdagangan keuangan dimana kesemua itu bermuara pada suatu hal besar yakni pasar. Sedangkan ilmu politik, membahas fokus kajian tentang kekuasaan , pemerintahan dimana dalam ilmu politik hanya membahas hubungan kekuatan-kekuatan politik dalam bentuk kekuasaan dari institusi-institusi yang ada. Sehingga, konsep pasar dan konsep kekuasaan ini sesungguhnya amat berbeda dan tidak dapat dihubungkan. Namun, yang perlu dicermati disini adalah keberadaan hubungan bukanlah sebuah problematika – yang menjadi masalah adalah memahami seperti apakah hubungannya dan bagaimana ia bekerja.
Dalam penggunaannya secara tradisional, istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild, 1989). Sedangkan, studi ekonomi politik dinyatakan sebagai analisis ekonomi (ilmu ekonomi) atas suatu negara bangsa (A Dictionary of Economics and Commers, 1966). Kemudian fokus dari studi ekonomi politik itu sendiri – dari mulai fenomena-fenomena ekonomi secara umum bergulir menjadi lebih spesifik ; yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.
Pasar dan kekuasaan merupakan perspekstif yang secara radikal tidak dapat berkesuaian. Asumsi-asumsi dan logika kerja ekonomi tidak dapat diakomodasi dengan mudah, kecuali sebagai “hal-hal eksternal”, seperti fenomena kekuasaan yang memaksa karena mereka (ekonomi) mendasarkan pada aksioma individu dan pilihan bebas. Demikian pula, ilmu politik yang tidak mudah untuk menerima prosedur-prosedur deduktif ekonomi, yang tampaknya bersikeras untuk mengeksplorasi sebuah dunia imajiner dengan rasionalitas tanpa hambatan, karena dunia ini teramati secara empiris – yang penuh dengan konflik, kesalahpahaman, dan pemaksaan. Adanya kelemahan instrumental ini menyebabkan banyak kalangan ilmuwan dari kedua belah pihak – berusaha untuk mempertemukan titik temunya, sehingga para ilmuwan ini berusaha untuk mencoba mengkaji hal ini dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dalam ekonomi politik.